Berikut Laporan Akhir Kuliah Kerja Nyata dari Mahasiswa KKN AJ048 di Desa Ranto Panyang, Aceh Jaya.
https://drive.google.com/file/d/0Bx6B6kpEyu3NS2NEcHFqVzF6cWp5cmhxY2ExaE5hVXY1M3N3/view?usp=sharing
Berikut Laporan Akhir Kuliah Kerja Nyata dari Mahasiswa KKN AJ048 di Desa Ranto Panyang, Aceh Jaya.
https://drive.google.com/file/d/0Bx6B6kpEyu3NS2NEcHFqVzF6cWp5cmhxY2ExaE5hVXY1M3N3/view?usp=sharing
Oleh : Nadya Bilqis (1504103010069)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saya Nadya Bilqis dengan NIM 1504103010069 dari fakultas Teknik jurusan Teknik Kimia. Saya KKN di desa Ranto Panyang kecamatan Krueng Sabee kabupaten Aceh Jaya. Berikut saya lampirkan logbook saya selama KKN, seperti berikut:
https://drive.google.com/file/d/1hFrpghCfIJhpTGcwb1FWeBhqNZDYyUCE/view?usp=sharing
Oleh : Rindang Cahaya Kumala (1508107010023)
Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa dunia yang banyak digunakan oleh negara-negara di dunia sebagai alat komunikasi. Orang akan mudah berkomunikasi dengan bangsa lain, apabila ia bisa dalam berbahasa Inggris. Hampir semua negara menganjurkan warganya untuk belajar Bahasa Inggris. Termasuk juga dengan Indonesia. Sejak dari SMP, bahkan dari SD sudah diperkenalkan Bahasa Inggris. Di sini membuktikan betapa pentingnya Bahasa Inggris bagi suatu bangsa.
Namun bahasa Inggris siswa di pedesaan sangatlah minim pemahaman akan fungsi dan manfaat bisa berbahasa Inggris. Mereka menganggap bahwa pendidikan Bahasa Inggris tidak ada gunanya dan sangat sulit dipahami. Mereka juga menganggap bahwa berbahasa Inggris hanya digunakan saat berhadapan atau bertemu orang asing (Barat). Mereka belum paham kalau berbahasa Inggris sangat digunakan di lingkungan pekerjaan dan pendidikan SMP, SMA dan perguruan tinggi. Bahkan, bila ingin kuliah ke luar negeri, Bahasa Inggris menjadi sesuatu yang lebih diutamakan duluan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dilakukan dengan dua kali pertemuan. Pada hari pertama diberikan pembagian kertas hafalan vocabullary serta mengajarkan anak-anak dengan mempraktekkan langsung ucapan dari setiap vocabullary yang diberikan untuk disetor hafalannya di pertemuan kedua. Kemudian pada hari kedua, perlombaan dilakukan serta pembagian hadiah bagi pemenang penghafal vocab terbaik.
Dalam teknisnya, pada perlombaan berlangsung setiap 3 anak yang berani tampil untuk menyetor hafalan duluan akan disetor sesuai urutan giliran kepada mahasiswa KKN. Hal ini dilakukan sampai tiga tahap sehingga dari keseluruhan anak-anak tersebut akan dinilai dan di pilih yang mana yang terbaik dan terbanyak dalam hafalannya.
Banyak manfaat dan pelajaran yang didapatkan dalam kegiatan ini, dimana kita dapat mengetahui sejauh mana proses pendidikan yang dilakukan oleh guru sekolah dasar dan sekolah menengah pertama kepada anak-anak di Desa Ranto Panyang. Memberikan pengalaman bagaimana proses pengajaran ucapan vocabullary yang baik serta semangatnya mereka dalam mengikuti lomba menghafal dan mempelajari bahasa tersebut. Selain mendapatkan respon yang positif juga membuahkan kenangan yang tak akan terlupakan dan tergantikan.
Oleh: Rindang Cahaya Kumala (1508107010023)
Pengertian dari peta sendiri merupakan alat bantu yang utama untuk menjelaskan keadaan suatu wilayah dan untuk mencari informasi geografis. Peta desa merupakan salah satu unsur penting yang harus dimiliki oleh suatu wilayah atau pun daerah karena berhubungan dengan letak dan batas daerah tersebut dan agar mempermudah akses informasi wilayah desa.
Namun apa itu yang dikatakan Peta Pintar Bencana? Peta Pintar Bencana ialah peta yang didalamnya terdapat upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau mencegah resiko dari bencana tersebut, baik itu melalui pembangunan fisik maupun peningkatan dan penyadaran kepada masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Terdapat beberapa pengetahuan dan informasi gambaran yang dapat kita lihat dari peta pintar bencana. Pada umumnya informasi pintar yang didapatkan dari peta tersebut berupa arah angin, titik evakuasi bencana, jalur evakuasi bencana, daerah rawan bencana dan daerah aman dari bencana.
Peta pintar bencana dari desa Ranto Panyang, merupakan contoh peta yang pintar terhadap bencana banjir. Bencana banjir yang rawan melanda desa tersebut dikarenakan lokasi dari desa itu sendiri berada pada tepi sungai dan terletak di dataran rendah. Bencana banjir ini biasa terjadi ketika sudah memasuki musim hujan deras.
Dapat kita perhatikan dari peta pintar tersebut dimana daerah rawan banjir nya cukup luas dan mengenai beberapa rumah dari warga desa. Hampir dari seluruh jalur evakuasi terkena dari bencana, namun lokasi dari titik evakuasi bencana yang berada di daerah aman dari banjir masih dapat dilalui dari jalur evakuasi tersebut.
Oleh : Nadya Bilqis
Gambar 1.1 Saat sosialisasi pembuatan sabun cuci piring di desa Ranto Panyang
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya Nadya Bilqis dari kelompok AJ-048 desa Ranto Panyang akan menceritakan tentangan pengalaman saya saat melakukan program tambahan (permintaan warga desa Ranto Panyang) yaitu “Sosialisasi Pembuatan Sabun Cuci Piring di desa Ranto Panyang”. Program ini dilaksanakan pada hari Senin (21/1/2019) di halaman rumah Geuchik desa Ranto Panyang yang diikuti oleh ibu-ibu yang berasal dari 3 dusun yaitu Alue Raya, Alue Lingkang dan Alue Guha. Ibu-ibu desa Ranto Panyang sangat antusias saat saya mengajarkan ibu-ibu membuat program ini. Saat pelaksaan program teman-teman KKN AJ-048 membantu saya.
Bahan-bahan sabun yang digunakan yaitu texapon, NaCl, natrium sulfat (Na2SO4), pewarna, dan pewangi yaitu ekstrak jeruk nipis. Untuk pembuatan sabun pertama-tama campurkan texapon dengan NaCl ditambahkan sedikit air lalu dicampur hingga merata. Kemudian diwadah terpisah campurkan air dengan natrium sulfat hingga natrium sulfat larut dalam air. Setelah itu campurkan kedua larutan kedalam satu wadah dan diaduk. Lalu tambahkan sedikit demi sedikit air. Pada wadah terpisah larutkan pewarna hingga larut dan merata. Kemudian tambahkan larutan pewarna, pewangi yaitu ekstrak jeruk nipis, air sebanyak 16 liter dan diamkan sabun selama beberapa jam hingga busa menghilang. Setelah itu sabun cuci piring dapat dikemas dan dibagikan. Saat saya melakukan sosialisasi ibu-ibu desa Ranto Panyang sangat antusias dengan mencatat langkah-langkah dari pembuatan sabun cuci piring dan ibu-ibu banyak bertanya mengenai bahan-bahan yang digunakan.