Desa Paya Santeut merupakan salah satu desa di Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Jarak tempuh ke desa Paya Santeut dari Banda Aceh memakan waktu sekitar 3 jam. Gampong Paya Santeut terletak tidak jauh dari jalan raya Banda Aceh-Meulaboh, hanya berjarak sekitar 1,5 km memasuki lorong kecamatan.
Gampong Paya santeut memiliki sebuah menasah, mesjid dan kantor desa yang digunakan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan penting di desa. Jarak perumahan penduduk bervariasi, ada yang hanya berjarak 2-3 meter ada juga yang berjarak puluhan meter yang dipisahkan oleh lahan perkebunan warga.
Secara geografis dan administratif gampong Paya Santeut merupakan salah satu dari 172 gampong yang ada di kabupaten Aceh Jaya dan dari 19 gampong yang ada di kecamatan Darul Hikmah. Gampong Paya Snteut memiliki luas wilayah 8,6 km2 yang terdiri dari 3 dusun yaitu dusun Gunung Garu, dusun Sungai Limpah dan dusun Padang Baru.
Secara administrasi gampong Paya Santeut berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan gampong Lamteungoh
- Sebelah timur berbatasan dengan gampong Krueng Tho
- Sebelah barat berbatasan dengan gampong Panton Krueng
- Sebalah selatan berbatasan dengan gampong Cot Pange
Gampong Paya Santeut kecamatan Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya memiliki orbitasi sebagai berikut:
No | Uraian | Keterangan |
1. | Jarak dari Ibukota Kecamatan | 1,5 km |
2. | Jarak dari Ibukota Kabupaten | 33 km |
3. | Jarak dari Ibukota Provinsi | 115 km |
4. | Jarak dari SPBU | 33 km |
5. | Jarak dari Puskesmas | 1,5 km |
6. | Jarak dari RSU | 33 km |
Sumber: RPJMG gampong Paya Santeut
Berdasarkan hasil wawancara survey gampong, jumlah keseluruhan penduduk gampong Paya Santeut terdiri dari 78 KK dengan jumlah keseluruhan 211 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki 102 jiwa dan penduduk perempuan 109 jiwa.
Program desa Paya Santeut yang telah ada dan telah berjalan diantaranya adalah:
- Meunasah(dalam tahap renovasi)
- Balee seumeubeut
- Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD)
- Posyandu
- Balai desa
PERMASALAHAN DESA
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat. Pendidikan menjadi salah satu ajang untuk membentuk kepribadian seseorang menjadi produktif, terampil, disiplin, menghargai pendapat orang lain, mandiri, dan ahli sehingga akan dinilai oleh orang lain sebagai manusia yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lainnya. Walaupun faktor lain juga berperan seperti lingkungan dan kebiasaan, namun pendidikan tetap sangat berperan penting dalam mendidik dan membentuk karakter yang berbeda dan kuat ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan dibandingkan dengan orang lain yang tidak berpendidikan.
Pendidikan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya, dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan juga akan mendorong tumbuhnya keterampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru. Pendidikan pada dasarnya dapat mempertajam pola pikir individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju.
Berdasarkan survey yang telah dilakukan, gampong Paya Santeut memiliki beberapa kendala dalam bidang pendidikan yaitu tidak adanya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), gampong Paya Santeut hanya memiliki SMK yang sederajat dengan SMA. Namun jurusan yang tersedia di SMK hanya dua yaitu jurusan Pertanian dan jurusan Teknik Konstruksi Kayu, sehingga anak-anak yang tidak berminat dengan jurusan tersebut harus keluar untuk mendapatkan fasilitas pendidikan dan tentunya ini juga akan menghambat mereka untuk mendapatkan pendidikan. Kemudian tidak hanya itu, jarak yang ditempuh dari rumah ke sekolah sangatlah jauh apabila ditempuh dengan berjalan kaki, namun untuk Kecamatan Darul Hikmah pemerintah telah menyediakan Bus Sekolah untuk memudahkan para siswa menuju ke sekolah.
Walaupun telah ada kendaraan yang mampu menjangkau ke tempat sekolah, namun minat anak-anak gampong Paya Santeut untuk melanjutkan pendidikan hanya sedikit, lebih lagi ke perguruan tinggi minatnya sangat minim. Anak-anak gampong Paya Santeut lebih memilih melanjutkan pengajian ke pesantren-pesantren luar atau mencari pekerjaan ke luar daerah ataupun ke luar negeri.
Disamping itu, permasalahan lain yang dihadapi para pelajar gampong Paya Santeut ialah kurangnya dorongan dari orang tua untuk belajar. Anak-anak yang minat belajarnya kurang tidak diberi perhatian lebih, sehingga anak-anak tersebut tidak terdorong serta tidak memiliki harapan untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Pada masalah ini masyarakat harus memiliki kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi kehidupan mereka untuk kemajuan generasi penerus bangsa.
Agama merupakan suatu panutan dan pedoman hidup bagi setiap manusia. Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Pendidikan keagamaan bermuara kepada sesuatu perwujudan dalam mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan patuh atas segala perintahnya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Moral yang ada pada saat ini sangat memprihatinkan. Banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh mayarakat baik pemuda maupun orang tua. Sehingga pendidikan agama merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki dan mencegah penyimpangan yang terjadi di masyarakat. Pentingnya pendidikan keagamaan tidak saja wajib diajarkan kepada mereka yang sudah dewasa, namun lebih khusus lagi pendidikan Keagamaan sudah mesti diajarkan kepada anak sedini mungkin.
Dari keseluruhan masyarakat gampong Paya Santeut 100% beragama Islam, hal ini dapat dilihat dari adanya tempat peribadatan (Meunasah) kemudian adanya Mesjid yang dipimpin oleh tengku setempat dan adanya pengajian 1 kali dalam seminggu yang diadakan pada malam selasa. Namun untuk beberapa bulan ini pengajian terhenti disebabkan meunasah yang digunakan untuk mengadakan pengajian dibangun kembali. Selain itu terdapat pengajian wirid untuk ibu-ibu gampong Paya Santeut yang diadakan setiap hari jumat di rumah warga. Warga desa ini selalu memberikan respon positif terhadap segala hal yang menyangkut dengan keagamaan dan warga akan selalu berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Gampong Paya Santeut merupakan salah satu dari 19 gampong yang ada di wilayah kecamatan Darul Hikmah kabupaten Aceh Jaya yang terletak di sebelah timur pusat pemerintahan kecamatan. Sebagian besar mata pencaharian penduduk gampong Paya Santeut adalah petani. Namun terkadang masyarakat juga memiliki mata pencaharian variatif/ganda, hal ini disebabkan oleh faktor kesempatan kerja, apabila ada peluang bekerja di proyek pembangunan, mereka menjadi tukang atau buruh jika tidak ada mereka akan beralih kepada usaha ternak dan juga faktor ketergantungan pada musim yang sedang berjalan, apabila diluar musim tanam petani akan mencari pekerjaan lain.
Selain sebagai petani, warga Paya Santeut juga memiliki banyak sektor usaha ekonomi, misalnya usaha warung kopi, jual beli sembako/kelontong, usaha peternakan, usaha kue basah/kering, pertukangan, dan lain-lain. Masalah dalam bidang perekonomian gampong Paya Santeut yaitu:
- Tidak memiliki pekerjaan tetap (penghasilan tidak tentu)
- Penghasilan petani masih tergolong minim
- Tingginya pengangguran baik terdidik maupun tidak
- Kurangnya modal usaha dan kerja
- Minimnya lowongan kerja
- Kurangnya keterampilan (life skill)
Dari permasalahan di atas, banyak masalah yang dijumpai yang berkenaan dengan keadaan pemasaran. Pelatihan bukan saja harus dilakukan namun juga harus memiliki tindak lanjut serta kesadaran untuk mengubah pola dan tingkah laku budaya yang telah dilakukan sebelumnya, kesadaran untuk berubah juga perlu ditingkatkan.
Sosial dan budaya merupakan hal yang kerap kali menjadi suatu acuan bagi. masyarakat. Sosial dan kebudayaan oleh masyarakat desa merupakan salah satu tolak ukur sebagai kesejahteraan masyarakat. Keadaan yang kondusif akan lebih memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Banyak terjadi penyimpangan saat ini disebabkan sebuah lingkungan tidak memiliki nilai dan penerapan sosial budaya dalam masyarakat. Sehingga banyak terjadinya kriminalitas di lingkungan masyarakat.
Sebelum Tsunami tatanan kehidupan masyarakat gampong Paya Santeut sangat kental denga sikap solidaritas sesama, dimana kegiatan-kegiatan yang berbau sosial kemasyarakatan berjalan dengan lancar dan terpelihara. Hal ini dikarenakan adanya ikatan emosional keagamaan yang sangat kuat antar sesama masyarakat dimana dalam agama islam memang sangan ditekankan untuk saling sayang menyayangi, membantu meringankan beban saudaranya dan dituntut pula untuk membina dan memelihara hubungan ukhuwah islamiah antar sesama. Atas landasan inilah sehingga tumbuh motivasi masyarakat untuk saling melakukan interaksi dengan baik. Dan pasca Tsunami pun kondisi ini masih di pelihara meskipun sedikit bergeser karena pengaruh program-program bantuan dari berbagai pihak.
Masyarakat pada umumnya juga sangat berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti gotong royong membersihkan meunasah, jalan dan yang bersifat silaturrahmi seperti hajatan, khanduri takhziah, pesta pernikahandan juga seperti mengadakan berbagai lomba tingkat gampong. Dalam kegiatan keagamaan seperti mengadakan wirid yasin yang dilakukan setiap hari jumat, maulid Nabi Muhammad SAW, dan juga Isra’ Mi’raj.
Prasarana dan sarana adalah dua unsur yang mendukung dalam terlaksananya suatu aktivitas. Jika sarana prasarananya baik, hasilnya pun akan lebih optimal. Jika prasarana dan sarana nya buruk, hasilnya pun akan tidak optimal. Prasarana dan sarana di desa merupakan infrastruktur yang telah dibangun dari program maupun yang akan dibangun oleh pemerintah berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pengelolaan prasarana dan sarana merupakan hal yang sangat spesifik dalam menilai sejauh mana tingkat kemajuan suatu komunitas masyarakat.
Gampong Paya Santeut telah memiliki prasarana dan sarana yang baik serta sudah menjalani pemerintahan yang baik pula, hal ini terlihat dari jalan gampong yang telah teraspal semua walau ada beberapa meter jalan yang berlubang. Gampong Paya Santeut memiliki sungai yang telah dilengkapi dengan fasilitas jembatan beton. Jembatan ini merupakan jembatan perbatasan antara gampong Paya Santeut dengan gampong Lamtengoh. Gampong Paya Santeut juga memiliki sarana listrik yang baik dan juga telah terdapat jaringan telekomunikasi khusus internet yang mudah diakses. Selanjutnya untuk bahan bakar utama memasak sebagian besar keluarga juga menggunakan gas elpiji untuk memasak.
Kemudian masalah kedua dari segi pendidikan yaitu belum adanya tempat belajar/sekolah tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sekolah Menengah Atas (SMA), sarana pendidikan yang tersedia di gampong Paya Santeut adalah tingkatan Sekolah Dasar (SD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Gampong Paya Santeut juga memiliki Polindes yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memeriksa kesehatan maupun berobat tanpa harus ke kecamatan. Adapun prasarana dan sarana dari segi keagamaan yaitu masjid yang berada di ujung gampong Paya Santeut dan Krueng Tho. Gampong Paya Santeut ini juga memiliki gedung PKK untuk para ibu-ibu, sejauh ini gedung tersebut aktif digunakan oleh ibu-ibu gampong Paya Santeut.
Kemudian permasalahan ketiga adalah prasarana dan sarana di gampong Paya Santeut yaitu pelayanan publik seperti kantor geuchik tidak berjalan sebagai mana mestinya, dan belum adanya pengadaan barang dengan jelas. Akan tetapi jika secara keseluruhan gampong Paya Santeut ini sudah memiliki prasarana dan sarana yang cukup memadai.
Prasarana dan sarana gampong Paya Santeut secara lebih jelas dapat di lihat pada tabel berikut ini :
No | Jenis Prasarana dan Sarana | Bidang | Jumlah | Kondisi |
1. | Jalan Gampong | Transportasi | 1 Unit | Sebagiannya Rusak |
2. | Jalan Usaha Tani | Transportsi | 1 Unit | Rusak |
3. | Jembatan Beton | Transportsi | 1 Unit | Baik |
4. | Lapangan Volly | Keolahragaan | 1 Unit | Baik |
5. | Lapangan Bola | Keolahragaan | 1 Unit | Baik |
6. | Aliran Listrik | Pemerintahan | - | Baik |
7. | Instalasi Air Bersih | Pemerintahan | - | Baik |
8. | Gedung PKK | Pemerintahan | 1 Unit | Aktif |
9. | Masjid | Peribadatan | 1 Unit | Aktif |
10. | Polindes | Kesehatan | 1 Unit | Baik |
11. | Klinik Lansia | Kesehatan | 1 Unit | Baik |
12. | Gedung SMK | Pendidikan | 1 Unit | Baik |
13. | Gedung SD | Pendidikan | 1 Unit | Baik |
14. | Gedung PAUD | Pendidikan | 1 Unit | Baik |
15. | Gedung Taman Kanak-Kanak(TK) | Pendidikan | 1 Unit | Baik |
16. | Balee Seumeubeut | Pendidikan | 1 Unit | Baik |
17. | Jaringan Telepon dan Internet | Telekomunikasi | - | Baik |
18. | Kantor Geuchik(Pengulu) | Pemerintahan | 1 Unit | Baik |
Sumber: RPJMG gampong Paya Santeut
Produksi merupakan hasil dari kegiatan ataupun pekerjaan yang dilakukan masyarakat suatu daerah hingga memperoleh pendapatan. Sebuah hasil produksi yang tidak memiliki nilai tambah akan dilihat tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Semakin banyak nilai tambah yang dimiliki dari hasil suatu produksi akan menambah pendapat dari suatu produksi.
Produksi gampong Paya Santeut mayoritasnya dari hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan. Hasil dari sektor pertanian biasanya digunakan oleh masyarakat gampong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hanya sebagian kecil yang dijual secara komersial. Dari hasil pertanian inilah mata pencaharian masyarakat setempat, hasil sawah yang didapat cukup untuk menghidupi keluarga mereka. Gampong Paya Santeut masih belum memiliki produk yang dijadikan produk khas dari gampong.
Untuk bidang kesehatan, gampong Paya Santeut memiliki tenaga kerja yang masih sangat minim hanya memiliki satu bidang gampong yang memberikan pelayanan kesehatan kepada balita dan ibu hamil namun tidak tinggal digampong tersebut karena tidak ada tempat.
Adapun masalah yang terkait dengan lingkungan yaitu belum adanya tempat pembuangan sampah yang memadai. Sebagian masyarakat membuang sampah ke sungai sehingga sungai tercemar dan sering terjadi banjir apabila hujan turun dengan lebat selama dua hari dua malam. Namun ada juga yang terkadang membakar sampah disekitaran rumahnya, namun itu bukanlah tindakan yang baik karena dapat menganggu kesehatan masyarakat disekitarnya.
Administrasi berarti kerjasama antara sekelompok orang atau lebih dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dari sekelompok orang inilah maka lahirlah yang namanya organisasi dan manajemen. Administrasi Pemerintahan adalah keseluruhan dari bentuk penyelenggaraan pelayanan Pemerintah daerah secara intensif kepada masyarakat baik itu pemerintahan tingkat I maupun pemerintahan tingkat II dengan memanfaatkan dan mendayagunakan segala kemampuan sumber-sumber daya yang ada supaya tujuan negara dapat tertata dengan baik.
Sistem pemerintahan gampong Paya Santeut pada pola adat/kebudayaan dan peraturan formal yang sudah bersifat umum sejak zaman dahulu, pemerintah gampong dipimpin oleh seorang Geuchik dan dibantu oleh dua orang Wakil Geuchik karena pada saat itu dalam susunan pemerintah gampong belum ada istilah Kelapa Dusun, Kaur dan sebagainya. Wakil Geuchik pada saat itu juga memiliki peran dan fungsi yang sama seperti halnya Kepala Dusun. Imum meunasah memiliki peran yang sangat kuat dalam tatanan pemerintah gampong, yaitu sebagai penasehat yang baik dalam penetapan sebuah kebijakan di tingkat pemerintah gampong dan dalam memutuskan sebuah keputusan hukum adat.
Tuha Peut menjadi bagian lembaga penasehat gampong, Tuha Peut juga sangat berperan dan berwenangdalam memberi pertimbangan terhadap pengambilan keputusan-keputusan gampong, memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh Geuchik, sedangkan Imum Meunasah berperan mengorganisasikan kegiatan-kegiatan keagamaan.
Pada zaman dulu, roda pemerintahan dilaksanakan dirumah Geuchik dan dilapangan(ditenga-tengah masyarakat) karen pada saat itu belum ada kantor Geuchik. Berikut uraian pemimpin pemerintah gampong Paya Santeut tahun 2018-2023 :
No | Nama | Jabatan |
1. | Darmawan | Geuchik |
2. | Jeki Yusriadi | Sekdes |
3. | Muhammad Wali | Kasi. Pemerintahan |
4. | Mardhiah | Kasi. Kesra dan Pelayanan |
5. | Mukhsin | Kaur. Umum dan Perencanaan |
6. | Ansari | Kaur. Keuangan |
7. | Rudi Firmansyah | Kadus Padang Baru |
8. | Abdul Jalif | Kadus Gunung Garu |
9. | Abdul Manaf | Kadus Sungai Limpah |
Sumber: RPJMG gampong Paya Santeut